Sabtu, 30 Oktober 2010

Betapa Sulitnya Bersyukur

Tiba-tiba aku inget ajakan seorang teman, dan ajakannya seperti ini "Nek arep njajal ya bisa, ngko aku bisa mbantu." kira-kira dalam bahasa nasional artinya seperti ini : "Kalau mau nyoba ya bisa, nanti aku bisa bantu". Sebuah ajakan yang amat menyerang otak kiriku.

Emang, waktu itu aku dalam kondisi labil, pengen keluar dari pekerjaan, tapi belum punya pandangan ke depan untuk cari makan. Jadi aku sedikit curhat ke temen aku itu. Aku dapet jawaban seperti itu. Dan apa yang aku putuskan? Aku putuskan tetep bertahan. Hehe.

Dan ternyata, sekarang temenku itu yang pengen keluar dari pekerjaannya. Lucu mbok? Untungnya dulu aku tetep bertahan, dan tidak ikuti ajakan dia. Dan sekarang, aku makin mantap dengan pekerjaanku, dan dia yang ingin keluar dari tempat kerjanya. Sungguh dunia berputar kan temen?

Ya, itulah dunia. Selalu berputar sesuai komando Tuhan, dan kita tidak tahu kapan dunia yang kita hidup didalamnya ini akan berputar. Disinilah peran sebuah syukur. Jika kita bersyukur akan keadaan kita saat ini, dan berusaha untuk perubahan lebih baik maka kita tidak akan menyesal. Kenapa, karena jika kita hanya memikirkan kemauan ego kita, maka kita juga yang akan repot.

Bagaimana tidak, bukankah manusia itu amat serakah. Seperti sebuah artikel yang aku baca, entah dimana aku lupa. Padahal aku ingat, aku baca artikel itu belum lama, baru sehari dua hari kemaren, hehehhee. Jadi di artikel itu dideskripsikan sebuah keadaan. Aku coba ketik ulang menurut penalaranku ya, kalau ada yang tau sumber artikel ini, mohon komentarnya ya..

Dulu manusia adalah mahluk bodoh, dan masih bertemen dengan binatang. Manusia dan binatang masih bisa saling ngobrol, curhat dan saling bersenda gurau [emang lawak?] Dan dari seluruh hewan yang manusia kenal, manusia selalu bertanya akan kelebihan dan kekurangan binatang2 sekitar. Dan manusia tidak henti bertanya pada yang satu untuk dapat mengetahui dua, atau tiga hal.

Dan setelah manusia mengetahui segalanya tentang dunia binatang, maka manusia menjadi jauh dari para binatang. Dan apa yang terjadi pada binatang? Sang burung hantu bicara : "Kini manusia telah mengetahui segalanya, dan aku tiba2 menjadi takut." Begitulah sifat manusia, selalu ingin tahu dan serakah. Sungguh sedikit sekali perbedaan antara selalu ingin tahu dan serakah.

Apa ada  yang tau perbedaannya? hhehehehe..

Karena itu, marilah kita bersyukur dan hidup sederhana. Karena dengan keserakahan kita, kita tidak sadar kalau kita merusak sebuah tatanan yang ada di dunia. Apa bencana yang ada masih kurang sebagai bukti keserakahan manusia??

Kayaknya gak nyambung ama judul ya? hehehehe.. udah ah.. kalo ada yang mau komen, silahkan komentar.... sangat dianjurkan dokter :P

Tidak ada komentar: