Aku
lulus sebagai lulusan terbaik kedua. Dengan rata-rata nilai 9 di Ujian
Nasional, sudah lebih dari cukup bagiku untuk memilih SMP sesuai kemauanku. Ya,
tentu aku memilih sekolah yang paling favorit di kota ini. Dan sekolah itu
adalah sekolah yang sama yang dipilih oleh Dani, si lulusan terbaik. It’s okay,
bagiku bersaing di SMP favorit dengan si lulusan terbaik akan lebih menantang.
Guru-guru,
wali kelas, dan kepala sekolah juga sangat menganjurkan aku dan Dani untuk
menlanjutkan pendidikan di SMP favorit. Bahkan Bu Ema sempat memanggil kami
berdua untuk bertemu enam mata, membahas masa depan yang cerah jika kami
memilih SMP favorit.
Dan itu semakin
membuatku yakin bahwa masa depanku akan lebih cerah. Aku pulang dan membawa
keyakinan untuk Bapak dan Mama. Aku putuskan untuk mendaftar di SMP favorit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar