Jumat, 04 April 2014

Golput

Karena lagi musim coblosan aja nih, jadi ikut mbahas golput. Sebenernya sih males aja mbahas coblosan, apalagi kalo tahu tanggal 9 itu libur nasional. 

Secara definisi, mungkin lebih tepatnya secara hukum singkatan, golput itu adalah golongan putih. Alias golongan orang-orang yang menganggap warna putih itu warna netral dan tidak berpihak pada siapa pun. Jadi golput itu adalah golongan putih yang nggak nyoblos :D


Hanya saja, hari ini ada satu kalimat yang benar-benar membuka mata tentang arti golput itu sendiri. Dulu saat pertama kali aku ikut coblosan (kurang lebih 5 tahun yang lalu saat umurku masih 20an) aku golput. Aku berangkat ke TPS dan masuk bilik coblosan tanpa mencoblos kartu suara. Yang aku coblos hanya styrofoam yang ada di bilik, aku melakukan gerakan mencoblos agar terlihat tidak golput (hahaha, berasa songong banget). Tapi hari ini satu kalimat ini yang benar-benar membuatku paham:


Kemudian kalimat ini diteruskan dengan sebuah cacimaki dan kritik untuk mereka yang mengaku golput tetapi tidak datang ke TPS. Mereka berkoar-koar di media sosial, kolom komentar, forum, atau bahkan mereka selalu membanggakan golput secara terbuka di masyarakat. Padahal, sudah jelas, golput itu datang ke TPS dan tidak mencoblos.

Tidak ada komentar: