Begitu juga dengan cuaca di Purwokerto beberapa hari ini. Galau. Gelisah. Gatel. Lengkap sudah, cuaca sedang diserang oleh penyakit 3G. Hahahaha. Seperti empat lima hari yang lalu. Hampir setiap sore cuaca mendung menyelimuti Kota Satria, kadang gerimis sebentar, disusul petir-petir yang adu vokal, kemudian hujan deras.
Bahkan tadi siang, mungkin beberapa dari kalian sedikit aneh. Tadi siang di Purwokerto cuaca sangat cerah, bahkan cenderung panas. Tiba-tiba gerimis turun. Nah, kalo ini sih mungkin di beberapa kota di Indonesia sudah biasa. Namanya hujan Monyet Ngaca. Kalo di Purwokerto disebut Udan Kethek Ngilo -baca: Hujan Aku Ngaca-.
Hujan tadi siang sedikit aneh. Mungkin lebih tepatnya hujan tadi siang sedikit galau banyak gelisah. Jadi awalnya gerimis biasa tuh, terus tiba-tiba hujan deras dengan sinar matahari yang menyengat. Jadi beberapa pengendara motor agak kelihatan linglung, bingung dan lumayan lucu mukanya.:D
Aku pun sempat berteduh di depan sebuah apotik di salah satu jalan verboden (gak tau bener apa nggak nulisnya). Karena awalnya aku terjang saja gerimis di siang bolong, eh, tiba-tiba hujan deras. Jadi gak lucu dong kalo kita gak berhenti. Beberapa pengendara dibelakangku ikut berteduh di depan apotik. Dari mereka beberapa langsung memakai jas hujan. Beberapa lagi hanya melihat-lihat tingkah laku pengguna jalan yang lain.
Mereka yang sedang memakai jas hujan sedikit kecewa. Karena hujan kali ini benar-benar galau dan gak jelas. Hanya sekitar 2 menit, hujan sudah berubah menjadi gerimis yang romantis :)
Dan tiba-tiba hari sudah sore, beberapa awan masih terlihat murung, tapi tiba-tiba matahari tampak begitu cantik di barat. Kira-kira seperti ini deh.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar