Minggu, 16 November 2014

Sepasang Kaki Di Menganti


Ketika cinta menjadi kekuatan kita, kita mampu melangkah melewati cobaan dan meraih mimpi.

Selamat pagi dunia, Purwokerto hari ini terasa dingin sekali. Beberapa hari ini aku rasa hidup penuh dengan hujan dan perubahan. Sebelum lanjut ke kalimat selanjutnya, aku ada ucapan selamat untuk beberapa teman yang telah melepas masa lajangnya tahun ini. Aku segera menyusul kawan :)



Kali ini kita memiliki cerita dari Menganti, sebuah pantai di pesisir selatan Kabupaten Kebumen. Tidak jauh dari perbatasan dengan Kabupaten Cilacap. Sebuah pantai landai yang memiliki ombak cukup besar. Putih buihnya bisa kita nikmati dari perbukitan yang ada disekeliling pantai. Dan perbukitan ini yang manjadi pemandangan luar biasa Pantai Menganti semakin lengkap. Inilah Pantai Menganti, bukit dan pantai hanya sebatas pandangan mata. Jika sedang musim semi, bukit yang hijau akan menyentuh bibir pantai dengan lembut. Dan kita akan ingin berada disana selama mungkin, selamanya.



Dari Purwokerto, Pantai Menganti bisa ditempuh kurang lebih dua jam perjalanan dengan sepeda motor. Jika jalanan lancar minus macet mungkin bisa ditempuh hanya 90 menit. Kita bisa memilih beberapa pilihan lokasi. Menikmati pemandangan dari atas bukit, bermain dengan pecahan ombak, atau sekedar bermain di pantai putih yang dihiasi beberapa batu. Sedikit berpindah kearah barat, kita bisa menikmati pantai batu yang memecah ombak besar. Cukup banyak kerang-kerang cantik yang bisa kita bawa sebagai cinderamata. Gratis tentunya.

Atau ingin menikmati suasana pulau terpencil? Kita bisa terus kearah barat, disudut barat sana, ada beberapa titik yang benar-benar sunyi dengan beberapa pohon kelapa yang menjadi pembatas pantai. Sedikit hutan kecil menjadi pelengkap suasana sunyi. Karena memang spot inilah yang jarang dipilih oleh para pelancong yang datang ke Pantai Menganti. Kebanyakan pelancong memilih menikmati pantai pasir putih atau naik ke bukit untuk menikmati garis horizon.

Oh iya, karena sekarang musim hujan, sebaiknya urungkan niat ke Pantai Menganti, karena tentunya akan sedikit berkurang sempurna cantiknya kombinasi bukit hijau dan birunya air laut. Akan lebih indah kalau kita datang ke Pantai Menganti di musim panas, sekalian kita bisa menghitamkan kulit, ahahaha. Tetapi untuk yang tak sabar menikmati Pantai Menganti di musim hujan, tak ada salahnya tetap datang. Ada beberapa tempat makan panggung yang bisa digunakan untuk berteduh sekaligus beristirahat sekaligus menikmati hujan di pantai.

Ini sedikit oleh-oleh cerita liburan sepasang kaki di Pantai Menganti. Salam Plesiran.

Tidak ada komentar: