Sebelum kita berkunjung ke Negeri Rokok yang telah berdiri kokoh selama ribuan tahun, marilah kita berpikir sejenak tentang kondisi suatu negara yang sedang diserang isu kenaikan harga rokok, Indonesia.
Negara ini sebenarnya ini dalam masa-masa bahagia, mengingat belum lama ini tengah merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-71. Tepat di hari bahagia itu, muncul kabar bahwa salah satu kebutuhan pokok rakyatnya dipertimbangkan mengalami kenaikan harga. Bukan bahan bakar, beras, bawang, cabai, daging, telor atau tepung, melainkan rokok. Ya, rokok yang sudah menjadi kebutuhan pokok sebagian besar rakyat Indonesia sedang dikaji kelayakannya untuk mengalami kenaikan harga.
Beberapa pimpinan daerah mendukung isu ini. Bahkan anggota parlemen negara ini juga sempat memberi saran kepada pemerintah untuk mengkaji dampak sosial dan ekonomi dari isu kenaikan harga pokok favorit rakyatnya. Beberapa hari dari pertama kali isu ini berhembus, beberapa tulisan mulai dimuat di berbagai media sebagai salah satu konten utama, mengalahkan beberapa isu nasional yang nilai urgensinya sudah lebih dulu dikalahkan oleh informasi terkini kasus pembunuhan kopi.
Salah satu yayasan lembaga konsumen juga mendukung isu yang berhembus kencang ini.Tentu dukungan ini memang mengarah kepada penekanan jumlah pengguna rokok yang sudah melewati batas kewajaran di negara ini. Beberapa bahkan sudah masuk ke dunia balita. Mungkin dari salah satu warga negara Indonesia masih ingat dengan video penggempar jagad maya yang satu itu.
Memang harga rokok di negara Indonesia ini sangatlah murah untuk para pecandunya. Untuk saya itu sudah sangat mahal sekali, karena saya bukan perokok. Jarak, waktu dan biaya untuk mendapatkan sebatang rokok sangatlah mudah. Karena itulah semua kalangan sudah memiliki dogma positif : rokok adalah kebutuhan pokok.
Dengan selembar uang tunai dua ribu rupiah, para pelajar bisa membeli diwarteg dan warung gerobak pinggir jalan. Mereka merasa gagah dan tampan dengan asap mengepul dari hidung dan mulut mereka. Bermain memutar balikkan batang rokok dengan jari-jarinya. Merekalah pelajar yang membutuhkan bimbingan psikiater karena mengalami rasa percaya diri yang rendah, sangat rendah.
Itu dia trailer pembuka untuk Negara Rokok Eps. 01 yang akan segera kita baca dari paragraf dibawah ini.
Negara Rokok ada disebuah ujung benua yang masih dalam pencarian nama. Belum memiliki identitas, tetapi sudah akan diputuskan dan disahkan namanya dalam enam bulan kedepan.Negara Rokok memiliki banyak sekali sumber daya dalam bidang pengembangan rokok. Oleh karena itulah, Negara Rokok dengan mantap hati secara dana dan upaya mengembangkan bisnis rokok yang tidak akan ada hentinya meghasilkan jutaan bijih emas.
Tidak ada satu celah pun untuk Negara Rokok menghapuskan rokok dalam keseharian rakyatnya. Dasar pemilihan nama negara ini juga tersinspirasi oleh jutaan rakyat yang 100% mendukung pembentukan Negara Rokok. Inilah beberapa ajaran yang membuat Negara Rokok bisa berdiri dengan tegap dan sikap sempurna, kaya Paskibraka yang jadi petugas upacara :
1. Ajaran Selesai Makan Enaknya Ngrokok.
2. Ajaran Selesai Makan Gak Enak Kalau Gak Ngrokok.
3. Ajaran Selesai Makan Kecut Kecut Gitu Kalau Gak Ngrokok.
4. Ajaran Rokok Sumber Inspirasi.
5. Ajaran Rokok Meningkatkan Level Gaya & Level Macho.
6. Ajaran Ngopi Sambil Ngrokok.
7. Ajaran Santai Sambil Ngrokok.
8. Ajaran Ngrokok Gak Ngrokok Pasti Ngumpul Di Kuburan.
9. Ajaran Melanggar Aturan Dilarang Merokok
10. Ajaran Hidup Hidup Gue Duit Duit Gue.
Bahkan dari segi sumber daya apa pun, Negara Rokok memiliki paket unlimited yang gak lagi pake paket kuota, gak kaya kalian yang sinyal aja masih gretongan dan minta password wifi tetangga :
1. Sumber Daya Alam
2. Sumber Daya Konsumen
3. Sumber Daya Uang
4. Sumber Daya Alasan
5. Sumber Daya Manusia
6. Sumber Daya Teknologi
Kira-kira itulah episode pertama drama Negeri Rokok. Semoga bisa memberi sedikit persaingan dalam dunia drama Korea.
P.S. : Kolom komentar dilapangkan seluas-luasnya untuk menanam jenis bibit diskusi, debat kusir, sumpah serapah, perbedaan pendapat dan persamaan drama favorit.
Jangan lupa hesteknya #NegaraRokok
Tidak ada komentar:
Posting Komentar