Jujur saja, baru kali ini aku ikut mendaftar CPNS. Padahal, setelah tiga tahun lulus dari jenjang pendidikan, aku sama sekali tidak tertarik dengan lowongan berbau CPNS. Tapi entah kenapa, saat kemarin seluruh kabupaten di Jateng membuka lowongan CPNS, aku ikut mendaftar di dua hari terakhir. Ini pun karena ajakan seorang teman, dan juga rasa penasaran. Bagaimana sih rasanya mendaftar CPNS?
Karena saat pembukaan pendaftaran, begitu banyak orang gelisah. Entah itu sarjana, angkatan muda, maupun beberapa orang dengan ijazah SMA. Saya amati dari awal, pengharapan atas diterimanya menjadi PNS sangatlah besar. Mungkin karena gaji dan job desk yang agak melenakan. Berbeda dengan swasta, yang rata-rata tidak pasti dalam job desk, dan sangat sedikit tunjangan.
Sungguh, sejak dibukanya pendaftaran sampai hari ini pengumuman seleksi administratif semua perindu PNS sangat gelisah. Hari ini saja, akses ke cpns.jatengprov.go.id sangat lambat. Bahkan ada beberapa orang yang menyalahkan koneksi yang lola [loading lama] maupun koneksi yang lelet. Mereka tidak tahu bahwa ada 200.000-an ribuan pelamar yang hari ini ingin mengakses situs tersebut. Demi apa? Demi mengindahkan angan mereka, menenangkan tidur mereka nanti malam. Mereka ingin kepastian, apakah mereka lolos dan mendapat predikat MS. MS [ Memenuhi Syarat ]
Lihatlah, berapa orang yang mengharap menjadi PNS di Provinsi Jawa Tengah.
Untung saja aku punya koneksi internet 24 jam non stop. Dan aku sudah dapat predikat itu. Ternyata biasa saja. Hanya, setelah mendapat predikat MS [ Memenuhi Syarat ] itu, aku makin gelisah. Aku akan jalan terus dan meninggalkan perkerjaan yang sekarang, atau jalan terus dan ngasal saat ujian tertulis dan kembali pada pekerjaan ini. Malah curhat.
Dan benar saja. Pengharapan itu sangat amat besar. Semua bisa dilihat dari jumlah pelamar berbanding dengan jumlah formasi yang dibutuhkan. Untuk posisi yang saya lamar saja, jumlah pelamar dan jumlah orang yang akan diterima sampai 100 : 1 bahkan, ada yang 1000 : 1 loh. Jadi dari setiap 1000 orang pelamar, hanya satu yang akan lolos dan diterima menjadi PNS. Sungguh menegangkan bukan?
Kenapa menegangkan? Karena kesempatan super kecil itu bisa menjadikan seorang teman menjadi seorang rival. Ya, saat menempuh pendidikan saling akrab, tapi saat mengejar sandangan PNS bisa bermusuhan sementara. Meninggalkan sementara keakraban dan kedekatan.
Ya, itulah kenyataanya. Bahwa PNS memang pengharapan yang luar biasa bagi siapa saja. Karena itu, memang ada benarnya intisari pada buku yang beberapa waktu lalu saya baca. Buku tentang ke-gila-an Om Bob Sadino. Lebih baik kita berwirausaha.
http://regional.kompasiana.com/2010/12/02/cpns-bikin-geregetan/
http://regional.kompasiana.com/2010/12/02/cpns-bikin-geregetan/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar